Dampak Pergaulan Bebas Penyakit / gangguan yang dapat terjadi pada sistem reproduksi dan teknologi pada sistem reproduksi

pengertian pergaulan bebas adalah perilaku yang telah melewati batas norma yang berlaku. Norma ini bisa meliputi agama, susila, sosial, dan lainnya. Ada banyak macam pergaulan bebas seperti penyalahhunaan narkoba, seks bebas, mabuk, sampai kenakalan remaja.


penyebab pergaulan bebas:
1. pengaruh lingkungan
2. faktor keluarga
3. penggunaan sosial media yang salah
4. pengaruh teman
5. kurang kepahaman agama


dampak pergaulan bebas:
salah satu pergaulan bebas yaitu adalah seks dimasa remaja. biasanya rasa ingin tahu remaja dengan dunia seks sangat tinggi tanpa memikirkan resiko kedepannya, salah satunya kehamilan diluar nikah dan penyakit menular seksual. adapun penyakitnya yaitu:


1. Human papillomavirus (HPV)

Infeksi menular seksual ini disebabkan oleh virus dengan nama yang sama, yaitu HPV. Virus HPV dapat menular melalui kontak langsung atau hubungan seksual dengan penderita.

Pada perempuan, virus HPV dapat menyebabkan kutil kelamin hingga kanker leher rahim (kanker serviks).


2. HIV

Infeksi HIV disebabkan oleh human immunodeficiency virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Virus ini bisa menyebar melalui hubungan seksual tanpa kondom, berbagi penggunaan alat suntik, transfusi darah, atau persalinan.

Jika dibiarkan tidak terobati, infeksi HIV dapat berkembang menjadi AIDS.


3. Hepatitis B dan C

Penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis ini dapat mengakibatkan gangguan hati kronis hingga kanker hati. Virus ini ditemukan dalam darah atau cairan tubuh penderita.

Selain melalui hubungan seksual, virus ini bisa menular melalui jarum suntik yang dipakai bersama atau transplantasi organ.


4. Lymphogranuloma venereum (LGV)

LGV merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis. Meski disebabkan oleh bakteri yang sama dengan bakteri penyebab chlamydia, tetapi keduanya memiliki tipe yang berbeda.


5. Granuloma inguinale

Granuloma inguinale atau donovanosis disebabkan oleh infeksi bakteri Klebsiella granulomatis. Donovanosis tergolong dalam jenis penyakit menular seksual yang jarang terjadi.


6. Trikomoniasis

Trikomoniasis disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Penyakit ini bisa menimbulkan keputihan pada wanita atau malah tidak menimbulkan gejala sama sekali. Akibatnya, penderita trikomoniasis bisa secara tidak sadar menularkan penyakit ini ke pasangan seksualnya.


7. Herpes genital

Herpes genital disebabkan oleh infeksi virus herpes simplex (HSV). Virus ini bersifat tidak aktif atau bersembunyi di dalam tubuh tanpa menyebabkan gejala. Penyebaran virus terjadi melalui kontak langsung dengan pasangan yang telah terinfeksi.


8. Chlamydia

Penyakit infeksi menular seksual ini disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Penularan penyakit ini terjadi dari kontak dengan luka di area kelamin.

Pada wanita, chlamydia menyerang leher rahim. Sedangkan pada pria, infeksi ini menyerang saluran urine di penis.


9. Sifilis

Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit yang juga dikenal dengan sebutan “raja singa” ini menimbulkan luka pada alat kelamin atau mulut. Seseorang dapat tertular sifilis jika kontak dengan luka tersebut.


10. Gonore

Gonore, atau yang dikenal juga dengan kencing nanah, disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini dapat menyebar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah.


gejala jika terkena penyakit menular seksual:

  • Benjolan, luka, atau lepuhan di sekitar penis, vagina, anus, atau mulut
  • Rasa gatal di vagina atau penis
  • Rasa terbakar dan nyeri ketika buang air kecil atau berhubungan intim
  • Keluar cairan dari penis (kencing nanah) atau vagina (keputihan)
  • Nyeri di perut bagian bawah
  • Demam dan menggigil
  • Pembengkakan kelenjar getah bening atau benjolan di selangkangan
  • Ruam kulit di badan, tangan, atau kaki

Selain beberapa gejala di atas, penyakit menular seksual bisa memunculkan gejala lain pada wanita, yaitu perdarahan di luar masa menstruasi dan bau tidak sedap dari vagina. Keluhan ini juga merupakan salah satu tanda pada penyakit kelamin wanita.

Sementara gejala lain penyakit menular seksual pada pria meliputi ruam, sperma berdarah, dan pembengkakan pada testis.


teknologi pada sistem reproduksi

Kontrasepsi adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan setelah setelah berhubungan seksual antara wanita dan pria.

Kontrasepsi dilakukan dan dianjurkan oleh pemerintah dengan berbagai alasan seperti usia si wanita masih terlalu muda sehingga sangat berisiko jika hamil dan melahirkan anak. Si wanita pun terlalu tua sehingga akan begitu rentan saat hamil dan proses melahirkan. Terlalu banyak anak pun mengharuskan keduanya untuk mencegah kehamilan karena akan berdampak dari berbagai sudut pandang.

Dan alasan selanjutnya adalah jarak hamil dan melahirkan terlalu dekat dari satu anak ke anak lain. Jelas hal itu sangat berisiko terhadap kehamilan anak dan ibu. Tetapi jika kita berbicara mengenai agama, maka hal itu begitu dilarang karena anak adalah karunia berupa rezeki yang Tuhan berikan.

Kontrasepsi pun terdiri dari berbagai macam alat yang harus anda ketahui, alat itu adalah sebagai berikut ini:


1. Minipil 

Pil progestin atau disebut dengan minipill terdiri dari 2 kemasan yaitu 35 pil levonorgestrel dan 28 pil desogestrel. Untuk penggunaannya juga sama seperti pil alat kontrasepsi lainnya. Yang jelas anda harus mematuhi aturan yang berlaku pada penggunaan minipil ini.


2. Implan 

Teknologi Sistem Reproduksi kategori kontrasepsi berikutnya adalah Impan. Implan adalah alat kontrasepsi yang dipasang dengan cara ditanam pada tubuh atau badan wanita.

Implan terdiri dari 3 jenis yaitu norplant yang berjumlah 6 batang dengan ketahanan selama 5 tahun, Implanon berjumlah 1 batang dan ketahanan selama 3 tahun dan ada Indoplan berjumlah 2 batang dengan ketahanan 3 tahun.


3. Pil 

Alat kontrasepsi berupa pil yang merupakan salah satu alat kontrasepsi yang memiliki jumlah 28 butir pil dan pengguna harus diminum 1 table untuk satu hari dalam waktu yang bersamaan. Saat anda mengkonsumsi pil ini, maka sangat disarankan untuk menunda berhubungan badan sampai paket pil habis.


4. Suntikan 

Alat kontrasepsi selanjutnya adalah berupa suntikan. Biasanya suntikan diberikan selama sebulan sekali. Bagi para ibu yang ingin mencegah kehamilannya bisa lebih cenderung memilih suntikan sebagai solusinya karena memiliki kelebihan seperti tidak akan mengganggu aktivitas seksual anda, suntikan pun sangat efektif untuk mencegah mendapatkan keturunan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini